Misteri Hujan Serbuk Oranye di Alaska

Diposting oleh Tom Serizawa on Selasa, 18 Oktober 2011

Warga Kivalina, desa terpencil di Alaska dibuat bingung oleh jatuhnya serbuk oranye dari langit pada 3 Agustus 2011 lalu. Serbuk itu menyelimuti area pelabuhan dan semua benda yang terpapar. Ini fenomena aneh pertama yang terjadi di wilayah berpenduduk 374 orang itu.

Beberapa hari berselang, terjadi hujan air yang bercampur serbuk misterius itu, hingga masuk dalam cadangan air minum. Warga khawatir serbuk itu berbahaya.

Apa sebenarnya serbuk misterius itu? Hasil analisis National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), badan yang mengurusi laut dan atmosfer AS, menemukan, serbuk oranye itu adalah spora jamur, bukan telus mikroskopik seperti yang diduga sebelumnya. Hasil kajian itu diumumkan NOAA pada Kamis 18 Agustus 2011 kemarin.

National Marine Fisheries Service, salah satu sub dari NOAA menjelaskan, spora tersebut konsisten dengan benda sejenis yang berasal dari jamur (fungus) yang menyebabkan karat, penyakit pada tanaman yang menyebabkan penampilan berkarat pada daun dan batang.

Sebelumnya, laboratorium NOAA di Juneau, Alaska menyebut, serbuk oranye itu berasal dari telur mikroskopik, kemungkinan berasal dari hewan krustasea kecil. Namun, ketika sampel dibawa ke laboratorium NOAA yang lebih canggih, kesimpulan yang didapat berbeda.

Meski demikian, para ilmuwan belum mengetahui apakah spora tersebut berasal dari 7.800 spesies jamur karat yang diketahui. "Spora itu tak sama dengan yang lain, kami dan jaringan para ahli telah memeriksanya. Namun, memang belum semua jamur karat tundra Arktik teridentifikasi," kata salah satu peneliti, Steve Morton, seperti dimuat CNN.

Morton menjelaskan, jamur karat hanya tumbuh pada tanaman. Beberapa tumbuh tanpa merugikan tanaman, tetapi yang lain mencuri nutrisi tanaman. Dia mengatakan hingga kini, tidak jelas apakah spora itu berasal dari jamur karat parasit.

Meskipun jamur tidak membahayakan manusia, spora secara umum, seperti serbuk sari dan spora jamur, dapat berkontribusi menyebabkan penyakit pernapasan atau reaksi alergi.
Sebelumnya, seorang warga Kivalina yang mengambil gambar hujan serbuk oranye, Mida Swan mengatakan, serbuk itu terasa berminyak, seperti minyak untuk bayi (baby oil).  Tak ada satupun orang yang tahu, apa sebenarnya serbuk itu. Elit desa khawatir zat itu polutan.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar