Kitab Suci Weda

Diposkan oleh Putra Mahayana on Kamis, 27 September 2012

Kitab Suci Weda, Agama Hindu berpangkal pada kitab suci Wedha.  Wedha adalah kumpulan wahyu dari Hyang Widhi yaitu Tuhan Yang Maha Esa yang diterima oleh Maharesi – Maharesi dahulu di India. Menurut penelitian para ahli, bahwa Wedha telah berumur ribuan tahun dan diwahyukan antara 2500 – 1500 SM. Wahyu itu didengar oleh Maharesi – Maharesi dahulu antara lain adalah Maharesi Wyasa dalam suasana yoga – semadhi, maka itulah Wedha yang disebut Sruti.  Wedha yang mempunyai tafsir dan penjelasan disebut Smrti. Baik Sruti maupun Smrti merupakan kitab suci yang tidak diragukan lagi kebenarannya dan menjadi sumber dari pada dharma atau Agama Hindu. Wedha sebagai kitab suci merupakan sumber ajaran Agama Hindu karena dari Wedha mengalir ajaran kebenaran, kebajikan, dan kesucian. Ajaran Wedha memberikan vitalitas terhadap kitab – kitab kesusastraan Hindu, seperti kitab Smrti, Itihasa, Purana, Tantra, Upanisad, dan Dharsana. Wedha adalah kitab tertua yang merupakan sumber ajaran agama, sumber tertinggi dari semua sastra agama, dan berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Wedha mengandung ajaran yang memberikan keselamatan di dunia dan di alam baka nantinya. Wedha juga menuntun tindakan dan perilaku manusia sehingga menjadi manusia yang berguna dan dapat menjalankan kehidupan dengan sebaik – baiknya. Namun demikian, ajaran wedha tidaklah terbatas hanya menuntun hidup bermasyarakat saja, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 
gambar weda

Seperti yang kita ketahui, penerima wahyu pertama Wedha adalah Sapta Rsi. Sapta Rsi merupakan golongan wipra yang dianggap sebagai nabi penerima wahyu pertama Wedha. Seorang Rsi mempunyai sifat tertentu dan jabatan tertentu. Ia adalah pendeta, sastrawan, dan juga nabi. Tujuh Rsi yang merupakan Rsi yang paling banyak disebutkan namanya sebagai nabi sumber pertama penerima wahyu Wedha dari Dewa Brahma adalah Maha Rsi Gretsamada, Maha Rsi Wiswamitra, Maha Rsi Wamadewa, Maha Rsi Atri, Maha Rsi Bharadwaja, Maha Rsi Wasista, dan Maha Rsi Kanwa.
Peranan Sapta Rsi sebagai penerima wahyu,
a.     Maha Rsi Gretsamada, Ia adalah Maha Rsi yang dihubungkan dengan turunnya ayat – ayat suci Wedha terutama Rg. Wedha Mandala II. Sayangnya sejarah kehidupan Maha Rsi Gretsamada tidak banyak diketahui. Maha Rsi Gretsamada adalah keturunan dari Siwa Hottra dari keluarga Angira.
b.     Maha Rsi Wiswamitra, Maha Rsi ini merupakan Rsi kedua yang sering disebut – sebut. Beliau juga diduga sebagai penerima wahyu yang wahyunya dihimpun dalam Wedha seluruh Mandala III. Kitab Mandala III terdiri atas 58 sukta yang terdiri atas beberapa mantra.
c.      Maha Rsi Wamadewa, Beliau dihubungkan dengan ayat – ayat Mandala IV di dalam ayat – ayat Rg. Wedha. Mengenai riwayat hidup Rsi Wamadewa tidak banyak diketahui karena kurangnya informasi tentang dirinya. Hampir semua mantra – mantranya yang terdapat dalam Mandala IV diterima oleh Rsi Wamadewa. Salah satu dari mantra yang terpenting, yaitu Gayatri, yang tidak terdapat didalam Mandala IV tetapi dikatakan di dalam Mandala III.
d.     Maha Rsi Atri, Beliau banyak dikaitkan dengan turunnya ayat – ayat yang dihimpun dalam Mandala V. Sebagai Maha Rsi, nama beliau tidak banyak dikenal. Nama Atri juga dihubungkan dengan keluarga Angira. Nama – nama yang banyak disebutkan di dalam Mandala V adalah Dharma, Prabuwashu,  Samwarana, Ghaurawiti, Putra Sakti, dan Putra Prajapati. Di dalam Mandala V terdapat 87 sukta. Dari 87, 14 sukta diturunkan melalui Atri sedangkan yang lainnya ditirunkan melalui keluarga Atri. Dalam catatan, ada 36 anggota Keluarga Atri yang dianggap sebagai penerima wahyu Wedha terutama Mandala V.
e.      Maha Rsi Bharadwaja, Mandala VI adalah himpunan ayat – ayat yang diturunkan melalui Maha Rsi Bharadwaja. Buku ini memuat 75 sukta. Menurut keasliannya, buku yang ke VI tampaknya lebih tua dari buku – buku yang ke V. tetapi dalam urutan ditetapkan sesudah buku V. Hampir seluruh isi Mandala VI ini adalah kumpulan dari Bharadwaja.
f.       Maha Rsi Wasista, seluruh buku Mandala ke VII dianggap merupakan himpunan yang diturunkan melalui Rsi Wasista atau keluarganya. Putra Maha Rsi Wasista bernama Sakti. Dari catatan yang ada seperempat dari Mandala VII diturunkan melalui putranya.
g.     Maha Rsi Kanwa, merupakan Maha Rsi ke-7 yang disebut – sebut namanya. Ia dianggap sebagai penerima wahyu Wedha yang dihimpun dan merupakan Mandala VIII dengan isinya yang bermacam – macam. Disamping ayat – ayat yang seolah – olah tiap – tiap mandala merupakan kelompok sendiri yang sulit ditentukan adalah mandala – mandalanya. Itu masih banyak nama – nama yang dihubungkan dengan Mandala VIII, seperti Gasukti, As Wasukti, Pustigu, Bhrgu, Manu Waiwastra, Nipathiti, dan sebagainya.

Sifat dan Fungsi Wedha
Sifat Wedha adalah Anadi dan Anantha, sebab Wedha merupakan sabda suci yang diterima melalui para Maha Rsi penerima wahyu. Walaupun usia Wedha sudah tua, namun filsafat yang terkandung di dalamnya masih relevan dengan perkembangan jaman. Sifat Wedha dapat dikategorikan sebagai berikut :
1.     Wedha tidak berawal, karena Wedha sebagai sabda suci yang telah ada sebelum alam diciptakan oleh – Nya.
2.     Wedha tidak berakhir karena ajaran Wedha berlaku sepanjang jaman. Mengingat Wedha tidak berawal dan berakhir maka disebut Anadi dan Anantha.
3.     Wedha berlaku sepanjang jaman artinya dari jaman manusia prasejarah sampai jaman modern dari manusia tingkat kecerdasan tinggi maupun rendah.
4.     Wedha disebut Apourucyam, maksudnya Wedha itu tidak disusun oleh manusia melainkan diperoleh atau diterima oleh orang – orang suci atau para Maha Rsi.
5.     Wedha mempunyai keluwesan, tidak kaku, tapi tidak memiliki inti, dan hakikatnya Wedha bersifat fleksibel.
Kitab Wedha adalah sumber kebenaran, sehingga dijadikan sumber kepercayaan dan keyakinan bagi umat Hindu. Dengan demikian, Wedha mempunyai fungsi sebagai berikut :
1.     Wedha sebagai sumber kebenaran, etika, dan tingkah laku.
2.     Wedha sebagai kitab suci Agama Hindu dipergunakan sebagai penuntun umat manusia dalam usaha mencapai hidup suci.
3.     Wedha memberikan jaminan terhadap keselamatan makhluk hidup di dunia baik sekarang maupun yang akan datang.
4.     Wedha merupakan ajaran kebenaran sehingga sangat diutamakan oleh umat Hindu di dunia.
5.     Wedha merupakan keimanan dan keyakinan yang sangat mendasar, dalam usaha membebasakan jiwanya untuk mencapai tujuan akhir, yaitu moksartam Jagadhita Ya Ca Iti Dharma.

Kodifikasi Wedha
1.     Wedha Sruti  :   Reg Wedha, Sama Wedha, Yajur Wedha, Atharwa Wedha.
2.     Wedha Smrti : 
a. Wedangga, dibagi menjadi ; Siksa, Wyakarana, Nirukta,                  Jyotisa, Kalpa.
b. Upaweda, dibagi menjadi ; Itihasa, Purana, Arthasastra, Ayur Wedha, Gandharwawedha.

{ 1 komentar... read them below or add one }

Guli Mudiarcana mengatakan...

Weda, berasal dari Hyang Widdhi, seperti dinyatakan langsung oleh Hyang Widdhi dalam BG. XV.15” Weda ntakrid wedawid ewa ca ‘ham/ Akulah pencipta weda dan Aku yang mengetahui isi weda. Kitab Weda disebut juga sastrawiddhi/ sastra brahman karena berasal dari Hyang Widdhi/Brahman/Tuhan YME.

Poskan Komentar